Di luar hujan. Renyai-renyai. Dan ketika hujan begini, rasa sayu tiba-tiba datang sendiri. Boleh jadi memang begitu padanannya; hujan dengan sedih dan sayu, matahari dengan cahaya gembira dan harapan, malam dengan rindu dan ingatan.
Jadi entah kenapa pula dalam tempias renyai-renyai hujan, saya terkenangkan baris akhir puisi Chairil Anwar - Karena kau tidak ‘kan apa-apa / Aku terpanggang tinggal rangka.
Kerana mungkin hujan datang dengan sayu, dan ketika pertama kali terbaca sajak ringkas ini, saya dapat merasakan kesayuannya...
TAK SEPADAN

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka
Chairil Anwar

No comments:
Post a Comment